Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Software

Aplikasi Kanban untuk Tim Kecil: Pakai Trello atau Self-Hosted?

Oleh Anang H. Darmawan

3 menit baca
Laporkan
Aplikasi Kanban untuk Tim Kecil: Pakai Trello atau Self-Hosted?

Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

Tim lima orang yang daftar tugasnya masih hidup di grup WhatsApp biasanya sampai ke titik yang sama. Ada tugas yang dikira sudah dikerjakan orang lain, deadline yang baru ketahuan terlewat sehari kemudian, dan pertanyaan "ini sudah sampai mana?" yang diulang tiap pagi. Board kanban menjawab masalah itu dengan cara sederhana: tiap tugas jadi kartu, tiap kartu berada di satu kolom, dan semua orang melihat papan yang sama.

Pertanyaan berikutnya, pakai layanan jadi seperti Trello atau pasang aplikasi kanban di server sendiri? Dua-duanya masuk akal. Jawabannya bergantung pada tiga hal.

Di mana data proyekmu disimpan

Dengan layanan SaaS, kartu, komentar, dan lampiran tersimpan di server penyedia. Untuk sebagian besar tim, ini tidak masalah. Ada jenis pekerjaan yang membuat lokasi data jadi pertanyaan serius, misalnya agensi yang menyimpan brief dan dokumen klien, atau tim internal yang kartunya memuat data karyawan. Beberapa klien korporat juga memberi syarat tertulis soal di mana data proyek boleh disimpan.

Self-hosted memberi kendali penuh: database ada di servermu, dan jadwal backup kamu atur sendiri. Konsekuensinya, tanggung jawab keamanan ikut pindah ke kamu. Server perlu update rutin, akses login perlu dibatasi, dan backup perlu diuji benar-benar bisa dipulihkan. Kalau tidak ada orang di tim yang mau memegang urusan ini, keuntungan kendali data bisa berbalik jadi risiko.

Biaya jangka panjang, hitung dengan angkamu sendiri

Saya tidak akan menyebut harga paket Trello di sini karena paket dan batasannya berubah dari waktu ke waktu. Cek langsung di halaman harga resminya. Yang lebih berguna adalah cara menghitungnya.

Untuk SaaS, kalikan biaya per pengguna per bulan dengan jumlah anggota tim, lalu dengan 24 atau 36 bulan. Paket gratis biasanya punya batas, misalnya pada jumlah board, ukuran lampiran, atau fitur otomasi, dan tim sering terpaksa naik paket justru saat proyek sedang sibuk. Untuk self-hosted, jumlahkan harga aplikasi, sewa VPS atau hosting per bulan, dan waktu orang yang merawatnya. Kalau timmu sudah punya server untuk keperluan lain, biaya tambahannya bisa sangat kecil.

AspekTrello (SaaS)Kanban self-hosted
Lokasi dataServer penyediaServer milikmu
BiayaLangganan, di paket berbayar dihitung per penggunaAplikasi sekali beli ditambah biaya server
PerawatanDitangani penyediaUpdate, backup, dan keamanan ditangani sendiri
KustomisasiTerbatas pada fitur dan integrasi yang tersediaKode dan database bisa diubah
Mulai pakaiHitungan menitPerlu instalasi dulu

Kustomisasi alur kerja

Kolom To Do, In Progress, dan Done cukup untuk banyak tim. Tapi alur nyata sering punya tahap khusus. Tim desain punya tahap "menunggu revisi klien". Tim yang mengerjakan pesanan punya tahap "menunggu pembayaran". Di layanan SaaS kamu bisa menambah kolom, tapi menambah logika, misalnya kartu otomatis kembali ke kolom revisi kalau klien menolak, bergantung pada fitur otomasi yang tersedia di paketmu.

Dengan source code di tanganmu, perubahan seperti itu tinggal soal menulis kode. Menambah field khusus di tabel tugas, membuat laporan jumlah tugas selesai per orang, atau menyambungkan board ke aplikasi internal lain bisa dikerjakan tanpa menunggu vendor merilis fitur.

Pilihan self-hosted yang siap pasang

Aplikasi manajemen proyek kanban board adalah opsi self-hosted berbasis PHP dan MySQL. Isinya board drag-and-drop dengan kolom To Do, In Progress, dan Done, multi-user dengan role, komentar per tugas, dan due date bertanda visual. Paketnya berisi source code lengkap dengan database, panduan instalasi di XAMPP atau VPS, dokumentasi, akun demo, dan bimbingan setup via chat. Harganya Rp250.000, tanpa biaya langganan bulanan.

Kalau pekerjaan timmu sebagian besar berupa permintaan dari luar, seperti keluhan pelanggan atau permintaan support, kanban mungkin bukan bentuk yang paling pas. Sistem helpdesk dan ticketing sederhana mencatat tiap permintaan sebagai tiket dengan status, prioritas, dan riwayat percakapan, lebih cocok untuk alur yang dimulai dari pelanggan.

Sebelum memutuskan, tulis alur kerja timmu dari tugas masuk sampai selesai di satu lembar kertas, lengkap dengan tahap menunggunya. Kalau semua tahap bisa dipetakan ke kolom biasa dan tidak ada data sensitif, mulai saja dari Trello. Kalau ada tahap khusus atau syarat lokasi data, siapkan server dan pasang versi self-hosted. Belum punya server yang aman? Jasa setup dan hardening VPS bisa membantu menyiapkannya.