Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
UMKM & Bisnis

Cara Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi, Tanpa Harus Buka Dua Bank Baru

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Cara Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi, Tanpa Harus Buka Dua Bank Baru

Foto: Jakub Zerdzicki / Unsplash

Banyak pelaku usaha yang masih mencampur semua transaksi di satu rekening. Akibatnya, saat mau bayar tagihan usaha, mereka harus menebak-nebak berapa yang aman di saldo. Kalau kamu pernah kesulitan membedakan uang untuk beli stok dan uang untuk belanja rumah tangga, sumber masalahnya biasanya ada di pemisahan arus kas. Bukan di besar kecilnya penjualan.

Kenapa wajib dipisahkan

Pemisahan uang membuat kamu tahu profit yang sebenarnya. Modal tetap terjaga untuk operasional. Saat laporan keuangan dibutuhkan, kamu tidak perlu memilah puluhan transaksi manual. Bagi usaha yang ingin naik kelas atau memproses pinjaman, data terpisah juga jauh lebih meyakinkan. Manfaatnya baru terasa setelah berjalan sebulan.

Opsi tanpa buka dua rekening bank baru

Kamu tidak selalu perlu membuka rekening bisnis. Beberapa solusi sederhana: buat sub-akun di aplikasi dompet digital, pakai wallet terpisah, atau pakai kolom terpisah di pencatatan. Yang penting, setiap pemasukan dan pengeluaran usaha punya tempatnya sendiri, dan aturan pemisahan dijalankan konsisten. Pilih satu cara, lalu pegang aturan itu.

Aturan sederhana yang bisa dijalankan

Buat aturan yang bisa dijalankan 10 menit sehari. Misalnya: semua pembayaran dari pelanggan masuk ke rekening usaha. Semua pembelian barang usaha pakai rekening usaha. Pengambilan untuk pribadi dicatat sebagai prive, bukan dikurangi sembarangan. Pencatatan harian lebih penting daripada pencatatan bulanan yang terlambat.

Jangan lupa gaji pemilik

Kesalahan yang paling sering saya lihat: pemilik mengambil uang usaha kapan saja tanpa dicatat, lalu bingung kenapa saldo terus habis padahal penjualan jalan. Perlakuan yang lebih sehat adalah menentukan gaji pemilik atau jadwal pengambilan tetap, misalnya tiap tanggal 5. Setelah diambil, uang itu resmi jadi uang pribadi dan tidak dicampur lagi dengan kas usaha. Kalau usahamu masih kecil, gaji pemilik boleh sangat kecil, yang penting konsisten dan tercatat.

Metode tiga pos yang mudah

Bagi uang baru masuk jadi tiga: operasional (stok, ongkir, langganan), cadangan darurat usaha, dan profit. Dari profit, kamu bisa alokasikan untuk pribadi dengan batas jelas. Cara ini mencegah kamu menarik modal untuk belanja yang tidak terkait usaha.

Alat bantu yang rapi

Kalau masih pakai catatan di HP, itu bisa jadi awal. Untuk usaha yang sudah rutin transaksi, perlu sistem yang bisa mencatat pemasukan, pengeluaran, dan sisa saldo per kategori, karena catatan tercampur cepat atau lambat akan membingungkan. Aplikasi Pencatatan Keuangan UMKM (Rp150.000) sudah dirancang untuk pemisahan usaha-pribadi dengan laporan sederhana. Kalau kamu lebih nyaman pakai Notion, Notion Template: Keuangan Pribadi (Rp75.000) bisa disesuaikan. Untuk skala lebih terstruktur, Spreadsheet Keuangan & Budgeting (Rp75.000) siap pakai tanpa instalasi rumit.

Mulai dari hari ini: tentukan rekening atau tempat pencatatan khusus usaha. Terapkan selama 14 hari tanpa melanggar. Setelah terbiasa, kamu akan kaget betapa jelasnya kondisi keuangan usahamu.