Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Template & Produktivitas

CV ATS-Friendly Doang Enggak Cukup, Ini yang Bikin Lamaran Kerja Kandas Duluan

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
CV ATS-Friendly Doang Enggak Cukup, Ini yang Bikin Lamaran Kerja Kandas Duluan

Foto: Yen Vu / Unsplash

CV yang sudah rapi, lolos sistem ATS, tapi lamarannya tetap ditolak tanpa dibaca HRD, itu kejadian yang lebih umum daripada kelihatannya. Orang fokus habis-habisan benerin format CV, susun heading biar kebaca mesin, sampai lupa satu hal, HRD juga baca email pengantar dan cover letter, dan di situ seringnya masalahnya muncul.

CV yang ATS-friendly itu soal struktur teks, bukan soal isi yang meyakinkan. Sistem ATS cuma mengecek apakah heading dan formatnya bisa diparse, bukan menilai apakah pengalaman kerjamu relevan sama posisi yang dilamar. Begitu CV lolos tahap mesin dan sampai ke HRD, yang dinilai berikutnya adalah surat pengantar, dan di sinilah banyak lamaran gagal karena isinya generik, "Dengan hormat, saya bermaksud melamar posisi yang tersedia di perusahaan Bapak/Ibu", kalimat yang sama persis dipakai buat lima puluh lamaran berbeda.

Masalah kedua yang jarang disadari: dokumen pendukung selain CV. Kalau melamar untuk posisi yang butuh proposal kerja sama, atau harus mengirim surat pengunduran diri dari kerjaan sebelumnya, atau butuh draft kontrak freelance setelah diterima, kebanyakan orang menyusunnya dadakan dari nol tiap kali dibutuhkan. Padahal surat-surat administratif ini punya struktur bahasa formal yang baku, dan kalau sudah ada templatenya tinggal isi detail masing-masing, waktu yang kepakai jauh lebih sedikit dibanding menyusun kalimat hukum sendiri dari kosong.

Masalah ketiga muncul di level yang lebih tinggi, saat harus presentasi ke calon atasan, klien, atau bahkan investor kalau posisinya semacam business development. Slide yang dibuat dadakan, urutannya nggak jelas, biasanya kelihatan banget beda sama slide yang memang sudah mengikuti alur presentasi yang lazim, mulai dari masalah, solusi, sampai proyeksi. Orang yang menilai presentasi kerja seringnya bukan cuma menilai isi kontennya, tapi juga seberapa terstruktur cara menyampaikannya.

Titik temunya begini, ATS itu cuma gerbang pertama. Setelah lolos gerbang itu, yang menentukan lanjut atau nggak adalah keseluruhan paket, surat lamaran yang personal, dokumen pendukung yang rapi, sampai cara presentasi kalau sudah masuk tahap wawancara atau negosiasi kerja sama. Kalau CV-nya sudah oke tapi paket pendukungnya masih berantakan, Template CV / Resume ATS-Friendly bisa jadi fondasi, dilengkapi Template Surat & Dokumen Bisnis untuk urusan administrasi yang berulang, dan kalau sampai tahap harus presentasi ke calon mitra atau atasan, ada Template Pitch Deck / PPT Bisnis yang strukturnya sudah disusun dari awal.