Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Otomasi n8n

Cara Menghubungkan Google Form ke Notifikasi Telegram dengan n8n

Oleh Anang H. Darmawan

3 menit baca
Laporkan
Cara Menghubungkan Google Form ke Notifikasi Telegram dengan n8n

Foto: Lana Codes / Unsplash

Google Form gratis dan cepat dibuat, tapi ada satu kelemahan yang terasa begitu formnya dipakai untuk pendaftaran atau pemesanan. Notifikasi email bawaannya hanya memberi tahu ada jawaban baru, isinya tetap harus kamu buka sendiri. Akibatnya spreadsheet jawaban dibuka berkali-kali sehari, dan orang yang mengisi jam 8 pagi baru dibalas sore.

Dengan n8n, setiap jawaban baru bisa langsung muncul sebagai pesan Telegram yang berisi data lengkap, baik ke chat pribadimu maupun ke grup admin. Pemasangannya sekitar setengah jam kalau kamu sudah punya n8n yang berjalan.

Gambaran alurnya

Alurnya pendek. Google Form menyimpan jawaban ke Google Sheets yang ditautkan, n8n memantau sheet itu lewat node Google Sheets Trigger, lalu node Telegram mengirim pesan berisi data baris baru. Jadi yang dipantau n8n sebenarnya spreadsheet-nya, bukan formnya.

Langkah pertama, buka tab Jawaban di Google Form dan tautkan ke spreadsheet. Pastikan baris pertama sheet berisi judul pertanyaan, karena n8n membaca judul kolom itu sebagai nama field.

Di n8n, tambahkan node Google Sheets Trigger, sambungkan kredensial Google, pilih file dan sheet jawaban, lalu pilih event untuk baris baru (Row Added). Trigger ini bekerja dengan polling, artinya n8n mengecek sheet secara berkala sesuai interval yang kamu atur. Notifikasinya jadi hampir real time, tidak persis di detik yang sama.

Menyiapkan bot token dan chat ID

Buat bot lewat @BotFather di Telegram dengan perintah /newbot. BotFather akan memberi token berupa deretan angka, titik dua, lalu kombinasi huruf dan angka. Simpan token ini di kredensial Telegram di n8n, jangan ditempel di teks node atau dibagikan di grup. Kalau ragu tokennya masih valid, cek dengan validator token bot.

Chat ID sering jadi sumber kebingungan. Bot tidak bisa mengirim pesan ke orang yang belum pernah memulai percakapan dengannya, jadi kirim dulu /start ke bot dari akunmu. Setelah itu buka api.telegram.org/bot<TOKEN>/getUpdates di browser, ganti <TOKEN> dengan tokenmu, dan cari nilai "id" di dalam bagian "chat".

Untuk grup, tambahkan bot ke grup lalu kirim perintah seperti /start di sana, karena dengan privacy mode aktif bot hanya menerima perintah dan mention. Ulangi langkah getUpdates tadi. ID grup biasanya diawali tanda minus. Kalau getUpdates selalu kosong padahal sudah ada pesan, cek apakah bot yang sama pernah dipakai di node Telegram Trigger, karena getUpdates tidak bisa dipakai selama webhook bot masih terpasang.

Menyusun format pesan

Di node Telegram, pilih operasi Send Message, isi Chat ID, lalu susun teks dengan expression dari data trigger. Contohnya: Pendaftaran baru, Nama: {{ $json["Nama Lengkap"] }}, WA: {{ $json["Nomor WhatsApp"] }}, Paket: {{ $json["Paket"] }}. Nama field harus sama persis dengan judul kolom di sheet, termasuk spasi dan huruf besar.

Hati-hati dengan parse mode. Kalau kamu memilih Markdown dan ada jawaban yang mengandung garis bawah atau bintang, misalnya alamat email seperti nama_saya@gmail.com, Telegram bisa menolak pesan karena formatnya dianggap rusak. Untuk awal, biarkan tanpa parse mode.

Error yang paling sering muncul

Pertama, "Bad Request: chat not found". Hampir selalu karena chat ID salah ketik atau kamu belum menekan /start ke bot. Kedua, "Forbidden: bot was blocked by the user", artinya penerima memblokir bot. Ketiga, "can't parse entities", biasanya soal parse mode tadi.

Error yang paling licin justru tidak memunculkan pesan apa pun: seseorang mengubah judul pertanyaan di Google Form. Judul kolom di sheet ikut berubah, expression di n8n tidak menemukan field lama, dan pesan terkirim dengan isian kosong. Sepakati dengan tim bahwa judul pertanyaan tidak diganti tanpa memberi tahu orang yang mengurus workflow.

Kalau pesan masuk dobel, cek apakah ada salinan workflow lain yang juga aktif dan memantau sheet yang sama. Ini sering terjadi setelah workflow diduplikasi untuk uji coba lalu lupa dimatikan.

Kalau ingin langsung jalan

Kalau tidak ingin merakit dari nol, workflow Form, Google Sheets, dan notif Telegram berisi file JSON siap impor, panduan koneksi akun Google dan Telegram, contoh konfigurasi, dan dukungan setup lewat chat, seharga Rp125.000. Untuk alur yang lebih panjang, workflow lead ke CRM atau Sheets dengan email welcome mencatat lead baru sekaligus mengirim email sambutan otomatis ke calon pelanggan.

Mulai dari yang kecil. Buat satu form uji berisi tiga pertanyaan, sambungkan ke chat pribadimu, isi form lima kali dengan data berbeda, dan pastikan kelima pesan masuk dengan isian lengkap sebelum notifikasinya dipindah ke grup admin.