Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Robotika

Cara Memilih Motor DC dan Driver Motor untuk Robot Pemula

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Cara Memilih Motor DC dan Driver Motor untuk Robot Pemula

Foto: Marília Castelli / Unsplash

Kebanyakan robot pemula mulai berjalan dan langsung gagal karena motor yang dipilih salah, bukan karena kodenya. Motor terlalu cepat sehingga robot menabrak, atau terlalu lemah sehingga robot tidak kuat menanjak. Memahami dua angka motor, yaitu RPM dan torsi, menyelesaikan sebagian besar masalah ini.

Ditambah pilihan driver yang salah, motor yang bagus pun bisa mati di tengah jalan. Berikut cara memilih keduanya secara berurutan.

RPM vs torsi: baca keduanya, jangan satu saja

RPM adalah kecepatan putaran poros motor, sedangkan torsi adalah kekuatan putarannya. Motor yang ber-RPM tinggi biasanya torsinya kecil, dan sebaliknya. Karena itu melihat spesifikasi hanya dari salah satunya menipu.

Untuk robot yang harus melaju stabil dan bermanuver, torsi lebih penting daripada kecepatan mentah. Robot balap butuh keseimbangan lain, tapi untuk belajar, makin besar torsi dengan kecepatan yang masih masuk akal makin aman.

Gearbox, TT motor, dan N20

Motor DC polos berputar sangat cepat dan torsinya kecil, jadi perlu gearbox untuk menurunkan kecepatan dan menaikkan torsi. Motor dengan gearbox built-in seperti TT motor dan N20 sudah umum di proyek pemula. TT motor besar dan kuat, cocok untuk robot mobil skala kecil. N20 lebih mungil dan efisien, cocok untuk beban ringan dan ruang sempit.

Perhatikan rasio gearbox. Klaim 300 RPM di katalog tidak masalah selama kamu tahu kebutuhan medan, tapi jangan mengandalkan angka itu tanpa menguji di lintasan sendiri.

Arus stall dan baterai

Tiap motor punya arus stall, yaitu arus maksimum saat motor terkunci. Ini angka penting karena saat robot memulai dari diam atau tertahan, arusnya melonjak, dan driver serta baterai harus sanggup. Menjumlahkan arus stall semua motor lalu memilih driver dengan batas yang jauh di atasnya adalah cara paling aman.

Batasan ini yang membuat dua motor yang berjalan mulus bisa mati saat diberi beban. Hitung kebutuhan arusmu dengan Kalkulator Kecepatan Robot dan Gear sebelum memutuskan komponen.

L298N vs TB6612FNG

L298N terkenal di tutorial karena murah, tapi ia boros. Drop tegangan internalnya besar sehingga tegangan untuk motor berkurang dan panasnya tinggi, dan pada baterai kecil, hal ini membuat motor jarang dapat tenaga penuh.

TB6612FNG lebih efisien, drop tegangannya jauh lebih kecil, dan ukurannya lebih ringkas. Harga sedikit lebih mahal, tapi untuk robot yang dipakai di lomba, selisih tegangan dan berat ini terasa. Kalau kamu baru mulai dan anggarannya pas-pasan, mulai dari TB6612FNG supaya tidak belajar ulang dua kali.

Cocokkan dengan tujuan robot

Robot yang harus berbelok tajam di tikungan butuh motor dengan torsi responsif dan sistem kendali yang halus. Hal itu dibahas lebih dalam pada Robot Line Follower PID untuk Kompetisi (Rp160.000), yang membawa kode PID dan desain stabil agar robot tidak oleng.

Kalau tujuannya sekadar robot jalan dengan kendali dari HP, Mobil RC Bluetooth (Kontrol HP) (Rp175.000) lebih cocok, dan kamu bisa memilih motor sesuai perhitungan di atas. Beli dua jenis motor sekaligus, uji di robotmu, lalu tentukan yang tetap bertenaga sampai level baterai menipis.