Merapikan Tata Bahasa dengan AI: Bagian yang Tetap Harus Dicek Manual
Oleh Anang H. Darmawan

Foto: lilartsy / Unsplash
Menempelkan draf ke model AI lalu meminta "tolong rapikan tata bahasanya" sudah jadi kebiasaan banyak orang, dari mahasiswa yang menyusun bab dua sampai admin toko yang menulis caption. Hasilnya memang terlihat lebih rapi. Masalahnya, rapi dan benar adalah dua hal yang berbeda.
Model bahasa bekerja dengan menebak rangkaian kata yang paling masuk akal. Dari situ ia jago memperbaiki ejaan dan struktur kalimat, tapi ia juga cenderung "memperbaiki" hal yang sebetulnya tidak salah. Berikut bagian yang dari pengalaman saya paling sering bergeser dan wajib kamu baca ulang sendiri.
Istilah teknis yang ikut diterjemahkan
Tulisan teknis penuh istilah yang sengaja dibiarkan dalam bahasa aslinya: deploy, merge, endpoint, cache. AI kadang menggantinya dengan padanan bahasa Indonesia yang terdengar resmi tapi membingungkan pembaca teknis, atau sebaliknya membiarkan istilah yang sebenarnya punya padanan baku.
Solusinya sederhana: buat daftar istilah yang tidak boleh diubah, lalu sertakan di prompt. Setelah hasil keluar, cari istilah-istilah itu satu per satu dengan Ctrl+F. Lima menit pengecekan ini jauh lebih murah daripada revisi setelah naskah dikirim ke pembimbing atau klien.
Nama orang, merek, dan angka
Nama dengan ejaan tidak lazim sering jadi korban. Nama yang ditulis dengan ejaan lama bisa "dikoreksi" ke ejaan baru, dan merek yang sengaja ditulis huruf kecil bisa diubah jadi kapital. Angka juga rawan: 1,5 juta bisa bergeser jadi 1.5 juta, dan tanggal bisa berpindah format.
Cek dulu semua nama diri, nama produk, angka, dan tanggal di hasil AI terhadap draf aslimu. Kalau tulisannya panjang, bandingkan dua versi dengan fitur compare dokumen di pengolah kata supaya setiap perubahan terlihat jelas.
Makna yang diam-diam berubah
Ini yang paling berbahaya karena hasilnya tetap enak dibaca. "Tidak semua peserta hadir" dan "semua peserta tidak hadir" hanya berbeda urutan kata, tapi maknanya jauh. Kalimat bersyarat seperti "hanya jika disetujui atasan" bisa diringkas menjadi "setelah disetujui atasan", dan syaratnya hilang.
Untuk dokumen penting seperti surat resmi, bab metodologi, atau syarat layanan, baca ulang setiap kalimat yang panjangnya berubah drastis. Kalimat yang menyusut jauh lebih pendek biasanya kehilangan sesuatu.
Gaya bahasa brand dan kaidah EYD
AI punya gaya bawaan yang cenderung formal dan rata. Kalau brand-mu biasa menyapa "kamu" dengan nada santai, hasil perapian bisa berubah jadi "Anda" dan terdengar seperti surat bank. Tulis contoh dua sampai tiga kalimat dengan gaya yang kamu mau di prompt, dan minta AI mempertahankannya.
Soal kaidah, pedoman ejaan resmi saat ini adalah EYD Edisi V yang diterbitkan Badan Bahasa, menggantikan PUEBI. AI tidak selalu konsisten dengan pedoman ini. Contoh yang sering lolos: "analisa" padahal bentuk bakunya "analisis", "praktek" padahal bakunya "praktik", dan "di" sebagai kata depan yang ditulis serangkai. Untuk kata yang meragukan, cek langsung di KBBI daring, jangan percaya klaim AI bahwa sebuah kata sudah baku.
| Bagian | Risiko dari AI | Cara cek cepat |
|---|---|---|
| Istilah teknis | Diterjemahkan atau diganti padanan | Daftar istilah di prompt, lalu Ctrl+F |
| Nama dan angka | Ejaan nama berubah, format angka bergeser | Bandingkan dengan draf asli |
| Makna kalimat | Syarat atau negasi hilang | Baca ulang kalimat yang menyusut |
| Gaya brand | Nada jadi terlalu formal | Sertakan contoh gaya di prompt |
| Kata baku | Bentuk tidak baku lolos | Cek di KBBI daring |
Pakai alat yang prompt-nya bisa kamu atur
Semua pengecekan di atas jadi lebih ringan kalau instruksi ke AI bisa kamu kunci sekali untuk selamanya. Perapih Kalimat & Tata Bahasa (AI) berjalan lewat API LLM, dan template prompt-nya terbuka untuk diubah: kamu bisa menambahkan daftar istilah yang dilindungi dan memilih gaya koreksi formal, santai, atau ringkas. Harganya Rp125.000, berupa source code Python lengkap dengan panduan pasang API.
Pola yang sama berlaku untuk email. Draft balasan email (AI) menyiapkan draf balasan dari email masuk, tapi tetap dirancang untuk kamu review sebelum dikirim, bukan terkirim otomatis. Itu sikap yang tepat terhadap semua tulisan AI.
Ambil satu tulisan yang minggu ini akan kamu kirim, rapikan dengan AI, lalu cek hanya lima bagian di tabel tadi. Catat berapa temuan yang muncul. Angka itu akan memberi tahu seberapa jauh kamu bisa percaya pada hasilnya.
