Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Template Web

Portfolio, Landing Jasa, atau Link-in-Bio: Pilih Sesuai Tujuan Kontennya

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Portfolio, Landing Jasa, atau Link-in-Bio: Pilih Sesuai Tujuan Kontennya

Foto: Flipsnack / Unsplash

Menurut saya, kesalahan paling sering saat freelancer atau developer bikin halaman personal adalah menyamakan tiga kebutuhan yang sebenarnya berbeda: menunjukkan karya, menjual jasa, dan mengumpulkan tautan. Ketiganya kelihatan mirip karena sama-sama satu halaman dengan tombol WhatsApp di ujungnya, tapi tujuan kontennya beda, dan itu yang menentukan template mana yang cocok.

Kalau tujuannya menunjukkan karya, Portfolio developer (dark + animasi) (Rp200.000) dibangun untuk itu. Tampilan gelap dengan animasi halus di setiap transisi bagian dipakai untuk memamerkan proyek, skill, dan pengalaman kerja ke calon klien atau perekrut, bukan template CV generik yang isinya cuma daftar riwayat pekerjaan. Strukturnya sudah dibuat HTML/CSS/JavaScript dengan Tailwind lewat CDN, ringan diakses dari HP, dan langsung bisa dihosting gratis di Cloudflare Pages atau Netlify. Ini pilihan tepat kalau yang mau dijual adalah bukti kerja, bukan penawaran jasa langsung.

Kalau tujuannya justru menjual jasa dan mengarahkan orang ke satu tombol kontak, Landing jasa/freelance + form WA (Rp150.000) lebih pas. Struktur satu halamannya berisi layanan, portofolio singkat, dan testimoni, semuanya tersusun mengarah ke satu tujuan: form kontak yang terhubung ke tombol WhatsApp. Bedanya dengan template portofolio di atas cukup jelas, di sini fokusnya konversi, bukan pamer proyek panjang lebar. Dokumentasinya menyebut cocok juga dipakai sebagai personal branding sendiri atau dijual ulang ke klien jasa serupa, jadi kalau kamu developer yang juga terima kerja sampingan, ini bisa jadi dua kegunaan sekaligus.

Nah, kalau kebutuhannya cuma menaruh beberapa tautan dalam satu halaman, misalnya untuk bio Instagram, dua template di atas jadi terlalu berat. Link-in-bio self-hosted (Rp125.000) dirancang justru untuk kesederhanaan itu: satu halaman ringkas berisi tautan ke Instagram, WhatsApp, toko online, atau portofolio, tanpa bergantung pada Linktree atau platform pihak ketiga yang biasanya menempelkan brandingnya sendiri di halaman gratisan. Karena self-hosted, tidak ada biaya langganan bulanan, cukup sekali beli dan pasang.

Ketiganya sama-sama dibangun HTML/CSS/JavaScript dengan Tailwind CDN, ringan, dan siap dihosting gratis. Perbedaannya cuma di seberapa banyak konten yang mau ditampilkan dan seberapa jauh tujuan konversinya. Ada klien yang pernah minta digabung jadi satu halaman semua fungsi, tapi hasilnya malah membingungkan pengunjung karena tidak jelas mau diarahkan ke mana. Lebih baik pisah sesuai tujuan, lalu link-in-bio-nya dipakai untuk mengarahkan ke halaman lain yang lebih spesifik.

Kalau yang dicari adalah pamer karya, coba Portfolio developer (dark + animasi). Kalau tujuannya menjual jasa langsung ke WhatsApp, Landing jasa/freelance + form WA lebih tepat sasaran. Dan kalau cuma butuh satu halaman ringkas berisi tautan, Link-in-bio self-hosted sudah cukup.