Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Kampus & Skripsi

Kenapa Similarity Check Skripsi Sering Salah Tangkap (dan Cara Menghindarinya)

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Kenapa Similarity Check Skripsi Sering Salah Tangkap (dan Cara Menghindarinya)

Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

Angka similarity 25% di Turnitin bukan berarti kamu menjiplak seperempat skripsimu. Itu salah satu kesalahpahaman paling umum yang saya lihat berulang kali dari mahasiswa yang chat panik jam 11 malam sebelum deadline pengumpulan. Turnitin dan tool sejenis cuma mencocokkan string teks, bukan memahami apakah kamu sedang mengutip dengan benar, menulis definisi baku yang memang harus sama persis, atau benar-benar menyalin tanpa atribusi. Itu bedanya besar, tapi laporan yang keluar tidak pernah menjelaskan itu ke kamu.

Kutipan langsung yang sudah dikasih tanda kutip dan sitasi tetap kehitung sebagai "kemiripan" oleh sistem, padahal itu memang seharusnya identik dengan sumber aslinya. Daftar pustaka pun ikut kena, apalagi kalau formatnya sama persis dengan skripsi kakak tingkat yang pakai referensi serupa. Belum lagi istilah teknis baku, misalnya definisi "sistem informasi adalah..." yang dipakai ribuan skripsi lain dengan susunan kalimat nyaris sama, karena memang begitu cara mengutip definisi dari textbook. Similarity checker tidak bisa membedakan mana yang plagiarisme dan mana yang konvensi akademik.

Masalah lain yang jarang dibahas dosen pembimbing: mahasiswa sering baru cek similarity setelah draf final selesai, padahal seharusnya itu proses berulang dari bab pertama ditulis. Kalau baru ketahuan angkanya tinggi di H-2 sebelum sidang, opsimu tinggal menulis ulang buru-buru dengan kualitas seadanya. Itu bukan cara kerja yang sehat, dan hasil tulis ulang terburu-buru biasanya malah lebih jelek strukturnya dibanding draf awal.

Solusinya bukan menghindari similarity checker, tapi mengubah kapan dan bagaimana kamu memakainya. Cek per bab, bukan pas semua bab sudah jadi. Perhatikan pola kalimat yang terlalu mirip sumber meski sudah diparafrase, karena itu biasanya tanda parafrase yang cuma ganti sinonim tanpa mengubah struktur kalimat. Kalau daftar pustakamu berantakan formatnya, similarity checker juga jadi bingung membandingkan, sehingga hasilnya makin tidak akurat.

Tiga hal ini biasanya jalan bareng buat mahasiswa yang mau menyelesaikan skripsi tanpa drama di menit terakhir. Cek Kemiripan / Similarity Teks membantu kamu swa-periksa naskah lebih awal, bab demi bab, jadi tidak kaget di akhir. Kalau daftar pustaka masih berantakan tiap revisi, Generator Sitasi & Daftar Pustaka merapikan format APA/IEEE otomatis dari daftar sumbermu. Dan supaya struktur dokumen sendiri tidak jadi sumber masalah baru, Template Skripsi Word (Format Kampus) sudah menata daftar isi dan penomoran sejak awal.