Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Kampus & Skripsi

Sistem Informasi Akademik dan Kepegawaian: Topik SI yang Jarang Diambil Padahal Datanya Kaya

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Sistem Informasi Akademik dan Kepegawaian: Topik SI yang Jarang Diambil Padahal Datanya Kaya

Foto: Vitaly Gariev / Unsplash

Tiap semester, dosen pembimbing pasti kebanjiran proposal skripsi bertema sistem penjualan atau SPK dengan metode AHP. Bukan berarti topik itu jelek, tapi saking seringnya diangkat, penguji sidang sering sudah hafal alurnya sebelum mahasiswa selesai presentasi slide pertama. Ironisnya, ada dua topik yang datanya justru lebih kompleks dan lebih jarang dipilih: sistem informasi akademik dan sistem informasi kepegawaian.

Sistem informasi akademik itu contoh paling jelas soal relasi data yang berat. Sistem ini menghubungkan data siswa, guru, kelas, jadwal pelajaran, dan input nilai sampai jadi laporan rapor sederhana, artinya ada lima entitas yang saling terkait sekaligus, jauh lebih banyak dari sistem penjualan yang biasanya cuma berputar di pelanggan-produk-transaksi. Merancang skema database untuk kasus siswa-kelas-guru-nilai-jadwal ini yang jadi latihan berharga soal normalisasi relasi, bukan sekadar tabel-tabel lepas yang dihubungkan seadanya. Source Code Sistem Informasi Akademik memberi struktur dasar yang sudah jadi untuk dipelajari alurnya sebelum disesuaikan dengan aturan akademik sekolah yang diangkat sebagai studi kasus.

Sistem kepegawaian punya tantangan berbeda lagi, bukan soal jumlah entitas tapi soal relasi yang saling memengaruhi. Jabatan seorang pegawai memengaruhi komponen gajinya, cuti yang diambil memengaruhi rekap kehadiran, dan semuanya harus tercermin di laporan akhir yang konsisten. Relasi jabatan-cuti-gaji inilah yang jadi inti pembahasan kalau topiknya HR, dan ini yang bikin skripsi bertema kepegawaian lebih menantang secara logika bisnis dibanding sekadar mencatat transaksi jual beli.

Ada satu lagi yang sebenarnya beda kelas sama sekali dari dua di atas: klasifikasi Naive Bayes. Kalau SI akademik dan kepegawaian itu soal mengelola data operasional, Naive Bayes masuk ranah data mining, menghitung probabilitas prior dan likelihood untuk mengklasifikasikan data, bukan cuma mencatat dan melaporkan. Bedanya juga jelas dari kelompok SPK seperti AHP atau TOPSIS yang menghasilkan perankingan alternatif, Naive Bayes menghasilkan kategori berdasarkan probabilitas, dua pendekatan matematis yang berangkat dari logika berbeda sama sekali.

Ketiganya cocok jadi kombinasi menarik kalau kampus memberi kebebasan memilih topik: satu soal relasi data yang kompleks, satu soal logika bisnis HR, satu lagi soal probabilitas dan klasifikasi. Dataset contoh yang disertakan bikin hasil klasifikasinya bisa langsung dilihat dan dianalisis tanpa harus mengumpulkan data sendiri dari nol dulu, cukup buat memahami penerapan rumusnya di kode nyata sebelum diadaptasi ke studi kasus sendiri. Kalau kamu sedang cari topik TA yang datanya kaya tapi belum terlalu banyak diangkat, Source Code Sistem Informasi Kepegawaian dan Aplikasi Klasifikasi Naive Bayes layak dipertimbangkan berdampingan dengan sistem akademik di atas.