Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Template & Produktivitas

Template Budgeting Bulanan di Spreadsheet dengan Metode 50/30/20

Oleh Anang H. Darmawan

3 menit baca
Laporkan
Template Budgeting Bulanan di Spreadsheet dengan Metode 50/30/20

Foto: Sasun Bughdaryan / Unsplash

Metode 50/30/20 populer karena gampang diingat: 50% penghasilan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta pelunasan utang. Pembagian ini dipopulerkan Elizabeth Warren dan putrinya, Amelia Warren Tyagi, lewat buku All Your Worth. Rumusnya sederhana, tapi begitu dipakai dengan angka gaji di kota besar Indonesia, banyak orang langsung merasa rasionya tidak masuk.

Contoh angka dengan gaji Rp6 juta

Anggap penghasilan bersih yang masuk rekening Rp6.000.000 per bulan. Pakai angka bersih setelah potongan pajak dan iuran, jangan gaji kotor di kontrak. Kalau belum tahu angka bersihnya, hitung dulu dengan kalkulator take home pay PPh 21.

PosPorsiNominalContoh isi
Kebutuhan50%Rp3.000.000Kos atau sewa, makan harian, transport, listrik, pulsa, cicilan minimum
Keinginan30%Rp1.800.000Nongkrong, langganan streaming, hobi, belanja non-pokok
Tabungan dan utang20%Rp1.200.000Dana darurat, investasi, pelunasan utang lebih cepat

Di atas kertas rapi. Sekarang coba angka yang lebih dekat dengan kenyataan pekerja lajang di kota besar: kos Rp1.500.000, makan Rp1.500.000, transport Rp500.000, listrik dan pulsa Rp300.000, cicilan motor Rp800.000. Totalnya Rp4.600.000, sekitar 77% dari penghasilan. Porsi kebutuhan sudah jebol sebelum satu rupiah pun keluar untuk keinginan.

Kapan 50/30/20 tidak realistis

Rasio ini cocok kalau biaya pokok masih di bawah separuh penghasilan. Kalau biaya kebutuhan di kotamu memang di atas 50%, memaksakan rasio hanya membuatmu merasa gagal setiap bulan, lalu berhenti mencatat. Lebih baik ubah rasionya secara sadar.

Untuk contoh di atas, sisa setelah kebutuhan adalah Rp1.400.000. Pilihan yang masuk akal adalah 77/10/13, yaitu Rp600.000 untuk keinginan dan Rp800.000 untuk tabungan. Tidak ideal, tapi jujur. Target berikutnya menurunkan porsi kebutuhan pelan-pelan. Misalnya setelah cicilan motor lunas, Rp800.000 itu langsung dialihkan ke tabungan, jangan ke pos keinginan.

Kebalikannya juga berlaku. Kalau kamu masih tinggal dengan orang tua dan biaya pokoknya kecil, 50/30/20 justru terlalu longgar. Naikkan porsi tabungan ke 30% atau lebih selagi bisa.

Cicilan dan dana darurat

Cicilan sering membingungkan: masuk kebutuhan atau tabungan? Aturan yang saya pakai, cicilan minimum wajib masuk kebutuhan karena ada denda kalau tidak dibayar. Pembayaran di atas minimum untuk melunasi lebih cepat masuk pos 20%. Patokan yang sering dipakai perencana keuangan, total cicilan sebaiknya tidak lebih dari sekitar 30% penghasilan bersih. Kalau sudah lewat, tahan dulu cicilan baru.

Dana darurat adalah prioritas pertama dari pos tabungan, sebelum investasi. Patokan yang umum adalah 3 sampai 6 kali pengeluaran pokok bulanan, lebih besar kalau kamu punya tanggungan atau penghasilan tidak tetap. Dengan pengeluaran pokok Rp4.600.000 dan tabungan Rp800.000 per bulan, dana darurat 3 bulan (Rp13.800.000) butuh sekitar 17 bulan. Lama, tapi angkanya jelas, dan kejelasan itu yang membuat orang bertahan.

Contoh di atas bukan saran keuangan pribadi. Kalau kondisimu rumit, misalnya ada utang besar atau usaha sampingan, konsultasikan ke perencana keuangan.

Menyusunnya di spreadsheet

Struktur minimalnya dua sheet. Sheet Transaksi berisi kolom tanggal, keterangan, kategori, pos (Kebutuhan, Keinginan, atau Tabungan), dan jumlah. Sheet Ringkasan menjumlahkan per pos dengan SUMIF, misalnya =SUMIF(Transaksi!D:D;"Kebutuhan";Transaksi!E:E), lalu membaginya dengan penghasilan untuk melihat persentase aktual dibanding target. Pemisah argumen bisa titik koma atau koma, tergantung pengaturan bahasa spreadsheet-mu.

Kalau tidak ingin menyusun rumus sendiri, spreadsheet keuangan dan budgeting sudah menyiapkan struktur untuk arus kas masuk dan keluar, pos anggaran per kategori, progres tabungan, dan dashboard ringkasan, untuk Excel maupun Google Sheets, seharga Rp75.000. Lebih nyaman di Notion? Template Notion keuangan pribadi mencatat pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan anggaran bulanan dengan dashboard yang meringkas semuanya, juga Rp75.000.

Langkah pertama tidak butuh template apa pun. Buka mutasi rekeningmu bulan lalu, kelompokkan setiap pengeluaran ke tiga pos tadi, dan hitung persentasenya. Dari situ kamu tahu rasio awalmu yang sebenarnya, lalu tentukan target rasio untuk bulan depan.