Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Data Analyst

Cara Analisis Data Kuesioner dengan Excel: Dari Tabulasi sampai Grafik

Oleh Anang H. Darmawan

3 menit baca
Laporkan
Cara Analisis Data Kuesioner dengan Excel: Dari Tabulasi sampai Grafik

Foto: Isaac Smith / Unsplash

Data kuesioner dari Google Form biasanya datang sebagai spreadsheet berisi teks: "Sangat Setuju", "Setuju", "Netral", dan seterusnya. Excel tidak bisa menghitung rata-rata dari teks, jadi langkah pertama selalu sama, yaitu mengubah jawaban jadi angka. Setelah itu, tabulasi, persentase, dan grafik bisa dikerjakan dengan rumus yang itu-itu saja.

Langkah 1: rapikan struktur dan coding Likert

Pastikan satu baris mewakili satu responden dan satu kolom mewakili satu pertanyaan. Pindahkan kolom Timestamp ke paling kiri atau hapus, lalu beri kode singkat di header, misalnya P1 sampai P20, supaya rumus lebih mudah dibaca.

Untuk skala Likert lima poin, pakai kode 5 untuk Sangat Setuju sampai 1 untuk Sangat Tidak Setuju. Jangan ganti manual satu per satu. Salin sheet asli, lalu pakai Find & Replace (Ctrl+H) per kategori dengan opsi Match entire cell contents dicentang, supaya kata "Setuju" tidak ikut mengganti sebagian isi "Sangat Setuju". Sheet asli tetap utuh untuk dicek ulang kalau ada yang janggal.

Cek juga item negatif. Pernyataan seperti "Saya sering bingung memakai aplikasi ini" harus dibalik skornya (6 dikurangi skor asli) supaya arahnya sama dengan item lain. Kesalahan ini sering baru ketahuan saat pembimbing melihat rata-rata yang aneh.

Langkah 2: tabulasi frekuensi dan persentase

Buat tabel frekuensi per pertanyaan. Kalau jawaban P1 ada di B2:B101, jumlah responden yang menjawab 5 dihitung dengan =COUNTIF(B2:B101;5). Pakai koma atau titik koma sesuai pengaturan regional Excel kamu. Persentasenya tinggal dibagi jumlah responden, =COUNTIF(B2:B101;5)/COUNTA(B2:B101), lalu format sel sebagai persen.

Pivot Table lebih cepat untuk tabulasi silang. Blok data, pilih Insert lalu PivotTable, taruh kolom jenis kelamin di Rows, P1 di Columns, dan Count of P1 di Values. Dalam satu menit kamu sudah bisa membandingkan jawaban responden laki-laki dan perempuan, atau per angkatan.

Rata-rata per item cukup dengan =AVERAGE(B2:B101). Banyak skripsi lalu mengelompokkan rata-rata itu ke kategori interpretasi. Rentang yang umum dipakai berasal dari panjang kelas, yaitu (5 dikurangi 1) dibagi 5, hasilnya 0,8:

Rentang rata-rataKategori
1,00 sampai 1,80Sangat rendah
1,81 sampai 2,60Rendah
2,61 sampai 3,40Sedang
3,41 sampai 4,20Tinggi
4,21 sampai 5,00Sangat tinggi

Tanyakan ke pembimbing rentang mana yang dipakai di kampusmu, karena ada juga yang memakai persentase terhadap skor ideal.

Langkah 3: grafik yang mudah dibaca

Untuk satu pertanyaan, grafik batang dari tabel frekuensi sudah cukup. Untuk membandingkan banyak pertanyaan sekaligus, pakai stacked bar 100 persen: tiap batang satu pertanyaan, tiap warna satu pilihan jawaban. Pembaca langsung melihat item mana yang paling banyak disetujui.

Hindari pie chart untuk skala Likert. Lima potong dengan persentase mirip sulit dibandingkan, apalagi kalau laporannya dicetak hitam putih. Beri judul grafik yang menyebut isi pertanyaannya, jangan cuma "Grafik 1".

Kapan Excel tidak cukup

Excel kuat untuk statistik deskriptif. Begitu penelitianmu butuh uji validitas dan reliabilitas, regresi, atau uji beda, pertimbangkan SPSS, JASP, atau Python. Korelasi item-total untuk uji validitas sebenarnya bisa dihitung dengan fungsi CORREL, dan Analysis ToolPak di Excel menyediakan regresi serta uji t. Tapi Cronbach's Alpha dan uji asumsi harus kamu susun manual, dan di situ risiko salah rumus naik.

Kalau pengolahan angka makan terlalu banyak waktu, ada dua jalan pintas. Template Laporan Analisis Data Survei adalah tool Python yang mengolah file kuesioner mentah dari Google Form atau Excel jadi statistik deskriptif per pertanyaan, grafik distribusi jawaban, tabulasi silang, dan draft narasi temuan berbahasa Indonesia (Rp150.000). Kalau datamu sudah rapi di CSV atau Excel dan kamu juga butuh uji dasar, Asisten Olah Data Penelitian menjalankan statistik deskriptif, uji dasar, dan grafik, lalu memakai LLM untuk membantu menerjemahkan angka jadi narasi yang bisa kamu tulis ulang di laporan (Rp200.000).

Sebelum memilih alat apa pun, kerjakan Langkah 1 dengan teliti. Buka file responsmu sekarang, cek apakah ada jawaban kosong atau responden ganda, dan tandai item negatif. Data yang bersih di awal membuat semua langkah sesudahnya jauh lebih ringan.