Lewati ke konten utama
seratusribu.com
Semua artikel
Kampus & Skripsi

Sistem Absensi QR Code vs RFID untuk Skripsi: Pilih Sesuai Ruang Lingkup

Oleh Anang H. Darmawan

2 menit baca
Laporkan
Sistem Absensi QR Code vs RFID untuk Skripsi: Pilih Sesuai Ruang Lingkup

Foto: Markus Winkler / Unsplash

Sistem absensi berbasis QR code dan RFID adalah dua judul yang sama-sama sering diangkat mahasiswa, tapi pilihan di antara keduanya sering ditentukan kebetulan, padahal seharusnya ditentukan ruang lingkup dan perangkat yang tersedia. Dua-duanya sah untuk tugas akhir, perbedaannya ada di biaya alat dan tingkat kerumitan integrasi.

QR code: murah, tanpa hardware tambahan

Sistem absensi QR code bekerja dengan kartu atau layar HP yang menampilkan QR, lalu dibaca kamera atau scanner. Keunggulannya jelas: tidak butuh pembaca khusus, bisa jalan di HP biasa, dan pengguna bisa absen dari aplikasi web atau Android. Ini pilihan paling masuk akal kalau kampusmu ingin menekan biaya perangkat dan absensi dilakukan lewat perangkat yang sudah dimiliki pegawai atau mahasiswa.

Untuk implementasinya, Source Code Sistem Absensi (QR / RFID) menyediakan kedua mode sekaligus, jadi kamu bisa membandingkan alurnya langsung. Versi yang lebih fokus ke karyawan tersedia di Sistem Absensi Karyawan dengan QR Code, lengkap dengan skema validasi yang lebih cocok untuk kehadiran kantor.

RFID: butuh alat, tapi lebih terasa fisik

Sistem absensi RFID menuntut kartu RFID, reader, dan biasanya mikrokontroler seperti Arduino Uno. Nilai jualnya di mata penguji adalah integrasi hardware dan software yang lebih kentara. Kamu bisa menunjukkan skema rangkaian, komunikasi serial, dan cara data dari kartu sampai tercatat di database.

Kalau jalur ini yang kamu pilih, Absensi RFID + SD Card Arduino Uno bisa jadi dasar: data tersimpan di SD card sehingga absensi tetap jalan walau tanpa koneksi internet. Cocok untuk topik yang menonjolkan sisi embedded, bukan cuma aplikasi.

Jadi pilih yang mana

Pertimbangkan tiga hal: anggaran untuk alat, latar belakangmu (lebih kuat di pemrograman aplikasi atau elektronika), dan ketersediaan komponen di pasaran. Kalau ragu, pilih QR code dulu karena lebih murah dan cepat dieksekusi, lalu tambahkan sisi unik dari topikmu lewat validasi lokasi atau foto. Untuk ide validasi seperti itu, Aplikasi Absensi Karyawan (Web + Foto/Lokasi) memperlihatkan kombinasi yang bisa dipelajari polanya.

Apapun yang kamu pilih, yang penting sistem itu bisa kamu jelaskan end to end, dari perangkat membaca identitas sampai data masuk ke laporan. Itu yang dicari penguji, bukan sekadar demo aplikasi yang berjalan.