Template Skripsi LaTeX vs Word: Pilih Sesuai Format Kampus
Oleh Anang H. Darmawan

Foto: Zoshua Colah / Unsplash
Sebagian besar kampus mewajibkan format penulisan skripsi yang sudah dibakukan, mulai dari margin, jenis huruf, spasi, sampai cara penomoran bab. Kerja keras mengikuti format itu sering kali sama besarnya dengan menulis isinya sendiri, dan di situlah template berperan.
Word: paling banyak dipakai, paling cepat disesuaikan
Template Word adalah pilihan paling aman karena hampir semua orang sudah terbiasa. Kamu tinggal menyesuaikan margin, heading, dan daftar isi, lalu mengetik langsung. Cocok kalau dosen pembimbingmu aktif memberi masukan lewat komentar atau track changes, karena kolaborasinya langsung di file yang sama. Template Skripsi Word (Format Kampus) disusun dengan gaya yang umum dipakai kampus di Indonesia, tinggal kamu samakan dengan buku pedoman kampusmu sendiri.
LaTeX: hasil rapi dan otomatis, tapi ada kurva belajar
LaTeX punya keunggulan yang terasa ketika skripsi sudah panjang: penomoran bab, daftar isi, daftar gambar, dan referensi dikelola otomatis. Kamu tidak perlu bolak-balik menggeser tabel konten setiap kali menambah bab. Rumus matematika juga tampil jauh lebih rapi. Konsekuensinya, kamu perlu belajar sintaks dasar dan menyiapkan toolchain di komputermu.
Bagi mahasiswa yang nyaman mengetik di editor teks dan menyimpan semua dalam file teks biasa, Template Skripsi LaTeX bisa mempercepat penyusunan karena struktur dokumen sudah diatur, tinggal diisi konten.
Cara memilih
Tanyakan satu hal ke diri sendiri: siapa yang akan membaca dan menyunting draftmu? Kalau pembimbing menyunting langsung di file, Word lebih praktis. Kalau kamu ingin format yang konsisten secara otomatis dan tidak suka berurusan dengan pengaturan halaman di Word, LaTeX layak dicoba. Keduanya tetap mengharuskan kamu mengecek buku pedoman kampus, karena tiap kampus bisa punya aturan khusus yang tidak selalu sama dengan template umum.
Apapun pilihannya, jangan sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk urusan format. Template ada supaya kamu fokus ke isi, dan isi itulah yang menentukan nilai sidang.
